Atresia Bilier
Friday, December 12th, 2008Mungkin dada ini sudah terlalu sesak menahan sedih ini.
Mungkin aku tidak bisa menampakkan kesedihan ini didepan kalian.
Mereka memberi penjelasan kalau putraku “Nauval Fatihaturrizki” telah memiliki kelainan sejak lahir pada saluran empedunya, dan mereka menyebutnya Atresia Bilier.
Sudah 12 minggu sejak kelahiran putra pertamaku. Sekarang aku hanya bisa pasrah kalau kelainan itu telah menimpa putraku. Mereka semua memvonis keberhasilan operasi sekitar 33% s.d 46%, sedangkan aku dan istriku hanya bisa menahan isak tangis dan selalu berharap akan adanya mukzizat dan pertolongan dari Allah setelah putraku dioperasi pada bagian saluran empedunya.
Meskipun bedah operasi telah selesai dilaksanakan tanggal 10 Desember 2008, itu tidak merubah kesedihanku, entah sampai umur berapa putraku dapat bertahan hidup??
Aku hanya bisa pasrah, berdoa dan berharap agar putraku bisa hidup lebih lama, sehat walafiat, normal, waras, kuat dan barokah.
Aku tidak boleh putus asa untuk mencari obat agar putraku bisa sembuh dari penyakitnya.
Mungkin Allah sengaja ingin meninggikan derajat kami disisi-Nya dengan cobaan ini.
Mungkin ini cobaan yang terberat yang pernah aku alami dan aku hanya bisa berdoa:
“Ya Allah dengarlah doaku dan kabulkanlah!”
“Engkau adalah yang maha ber-hak, jika Engkau ingin mengambil putraku, itu juga hak-Mu, tapi kumohon jangan ambil putraku Nauval Fatihaturrizki dariku secepat itu, kumohon jangan jauhkan aku dari Nauval Fatihaturrizki karena kami menyanyanginya”.
“Ya Allah berikanlah putraku Nauval Fatihaturrizki umur yang panjang, sehat walafiat, normal, waras, kuat dan barokah.”
“Ya Allah jadikanlah putraku Nauval Fatihaturrizki anak yang sholih, faqih agama, bisa toat kepada Allah Rasul & AmiriliMu’minin, bisa toat kepada kedua orang tuanya. Bisa menjaga nama baiknya, keluarganya dan agamanya.”
“Ya Allah jangan jadikan putraku Nauval Fatihaturrizki anak yang cacat ahlaknya, cacat mentalnya, cacat fisiknya. Tapi jadikanlah putraku anak yang cerdas, kreatif, jujur, bisa menjaga fatonah bitonah budiluhur & mujhid muzhid.”

